Virus Kecil Yang Mematikan

Pada awal 2020 Indonesiaku nampak damai sebelum virus ini menyerang ,orang-orang bilang dia datang dari wuhan china dan mulai masuk ke negeri ini awal bulan februari lalu ,virus ini sangat mudah menyebar melalui air liur atau kontak fisik ,karena sangat mudahnya virus ini menular maka semakin banyak yang terjangkit virus ini, ya inilah covid-19(corona virus dieses 2019) aku tak pernah menyangka bahwa covid-19 ini akan tetap ada hingga saat ini ,sampai menutup berbagai tempat umum ,pusat perbelanjaan hingga tempat wisata,bahkan sampai mengalihkan proses belajar mengajar untuk belajar online dirumah , pada hari itu, selasa 17 maret 2020, dengan penuh semangat pagi itu aku berjalan santai menuju sekolahku saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 ,pagi cerah berembun menyambut diriku, tak lama kemudian tibalah aku disekolahku SDN 1 Tanjungtani , lalu bergegas aku menuju ruang kelasku “selamat pagi semua” sapaku dengan gembira suasana kelas yang  ramai berubah menjadi hening seketika ,dan salah seorang temanku berkata “nanti pulang pagi ,ujian matematika ditiadakan”ujarnya lantas seketika aku berteriak “ha apa ? teriak ku kaget “ ,tak lama setelah itu ketua kelasku datang dan berkata “iya nanti pulang pagi ujian matematika ditiadakan dan mungkin libur beberapa hari karena covid-19 ungkapnya menambahkan penjelasan, “oh gitu” jawabku mengangguk paham ,setelah aku meletakkan tasku dibangku beberapa temanku mengajakku keteras kelas, disana kami bercanda sambil berbincang tentang covid-19, setelah cukup lama berbincang bel masuk pun berbunyi, bergegas kami memasuki ruang kelas

Setelah kami memasuki ruang kelas , suasana kelas menjadi hening, tak lama kemudian wali kelasku datang , “Assalamualaikum, selamat pagi anak-anak ”sapa guruku ramah “waalaikusalam, pagi juga bu”, jawab kami serentak , kemudian guru memberikan sebuah pengumuman,”baik, anak-anak hari ini kita akan pulang lebih awal dan mungkin beberapa hari kedepan kita akan libur selama dua minggu, nah sebelum itu kalian akan berkumpul dulu diaula sekolah”  “iya bu ‘ jawab kami seraya bergegas keluar kelas untuk berkumpul diaula, disana sudah ramai oleh para guru dan siswa kelas lain, singkat cerita kepala sekolah dan para guru memberikan penjelasan dan rancangan untuk prosedur sekolah atau belajar online selama masa pandemi covid, setelah penjelasan selesai kamipun bergegas pulang.

Dalam perjalanan pulang kerumah dengan berjalan kaki , aku berfikir bahwa sekolah hanya libur beberapa minggu saja ,setelah aku sampai dirumah, ibuku tekejut melihatku,” kok sudah pulang nak” tanya ibuku,  ”iya bu tadi pulang pagi 2 mingu kedepan juga libur bu, dikarenakan covid “, jawabku. Hari-hari kujalani dengan sekolah online dan bersantai menonton tv sembari membantu ibu menegerjakan pekerjaan rumah, tayangan tv dan media sosial terus memberitakan tentang bahaya covid-19 dan berapa banyak pasien yang tetular dan meninggal karena  covid19.

Amat sedih dan cemas aku melihat berita yang dipublikasikan dimedia sosial dan televisi , aku dan keluargaku turut mematuhi protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah demi memutuskan covid19 seperti memakai masker saat keluar rumah,menjaga jarak dan sering mencuci tangan , namun masih banyak oang yang enggan mematuhi protokol kesehatan ini, sehingga orang yang tertular virus ini. Beberapa hari kemudian aku mendengar kabar bahwa salah seorang warga didesaku terinfeksi covid19, lantas ia dan kelurganya diisolasi dirumah sakit , petugas medis juga memeriksa orang-orang yang kontak dengan warga tersebut.

Waktupun terus berlalu, orang-orang yang terinfeksi covid19 semakin betambah ,hingga saat ini bulan oktober 2020 vaksin yang sesuai untuk menangani pandemi covid -19 belum juga dibagikan kemasyarakat , namun sejumlah tempat umum ,seperti bandara,stasiun ,pasar,mall,dan perkantoran  mulai dibuka setelah ditutup selama beberapa waktu di masa pandemi covid -19  ,tetapi hanya beberapa sekolah yang memulai pembelajaran secara tatap muka dan sebagain lainya masih menjalalani proses pembelajaran secara online ,termasuk sekolahku sekarang SMPN 1 Prambon ,disini pembelajaran masih dalam sistem online hanya saja satu mingu sekali kami para siswa melakukan kunjungan sekolah untuk shareing materi dan pengumpulan tugas selama belajar online dirumah. Sekian cerita pendek dari saya .tetap semangat dan jaga kesehatan,semoga pandemi ini cepat usai .

VII 1