Seorang anak terinfeksi virus Covid-19

Senin-2-2020

Hari itu hari yang sangat ramai, banyak mobil polisi, mobil ambulan dan juga banyak warga. Seluruh warga menonton aku yang akan dipisahkan oleh keluarga. Sedih? Sangat, bahkan ibuku sampai pingsan melihat perpisahan kita, aku pun ingin menolong ibuku yang pingsan tapi tak boleh, karena aku terkena virus, dan yah, kenapa banyak warga menonton? Seharusnya dia dirumah agar tak terinfeksi virus seperti aku ini.

Sekarang, aku di rumah sakit. Dada sesak serta flu yang aku rasakan saat ini, aku hanya bisa berbaring lemas disini. Tak ada teman, keluarga, disini hanya ada pasien pasien yang sepertiku.

Hari hari tanpa teman dan keluarga terasa hampa bagiku. Dulu kita bercanda tawa bersama, berbagi bersama dan yang sekarang aku rasakan hanya keheningan dan rasa sakit.

Aku menyesal. Hari itu, aku berniat datang ke sekolah, untuk mengembalikan buku, aku bersiap-siap membawa masker, karena jika aku tak memakai masker, pasti satpam dan guru guru akan memarahiku dan saat hari itu, aku bertemu dengan orang asing yang aku tak kenali, awalnya orang itu menanyakan alamat kepadaku, dan aku tau alamat itu, aku pun menunjukan arah-arah kepada orang asing itu, tetapi, dia tak paham, dan aku pun menawarkan diri untuk mengantarkan pria itu, dan kita sampai. Pada akhirnya pria itu memberikan uang untuk ku sebagai ucapan terima kasih, aku pun senang dan menerima uang itu, akhirnya saat aku sudah sampai di sekolah, aku di cek suhu dan biasa saja, saat itu suhu ku 36°. Dan saat itu aku mematuhi peraturan di sekolah, salah satunya tak berkerumun. Dan akhirnya aku pun pulang di rumah, saat di rumah, badanku terasa lemas, kecapekan mungkin, pikirku.

Hari demi hari berlalu aku sakit flu disertai panas, ibuku pun membawaku ke puskesmas terdekat. Aku gugup karena gejalaku seperti virus mematikan itu, yaitu Covid-19. Setelah aku di rapid tes ternyata aku terinfeksi virus tersebut. Air mata terus mengalir membasahi pipi ibuku, aku pun gugup dan takut.

Saat ini sudah 16 hari aku di rumah sakit, gara-gara aku, seluruh rakyat Indonesia harus mengalami masa-masa karantina di rumahnya, dan saat keluar mereka berbondong-bondong untuk membeli masker, hand sanitizer dan disinfektan. Masker yang dulu Rp. 15.000/1pcs sekarang naik menjadi Rp. 200.000/1pcs. Semua rakyat harus mematuhi protokol kesehatan, termasuk jaga jarak. Mungkin rakyat Indonesia terlalu keberatan, tapi itu semua harus dilakukan, agar tak sepertiku, yang sengsara di rumah sakit ini.

Aku berdoa, aku hanya ingin kembali lagi seperti dulu.

Nama: Nazella Eka Nuraini Kelas: 7-7 Absen: 24