Selamat Jalan Pak Bondan

Sudah lebih 30 tahun aku tidak pernah bertemu lagi dengan Pak Bondan.Pak Bondan adalah Guru Sekolah Dasarku.Sejak lulus SD,aku dibawa bapak untuk tinggal di Jakarta.Aku tinggal di tanah tinggi dekat Pasar Senen.

Pada saat itu aku tidak sengaja bertemu dengan Pak Bondan Yang mau menuju ke Kantor Pos namun Tubuh Pak Bondan Ringkih, Rambutnya telah memutih semua tetapi wajahnya terlihat masih segar.

Disitu aku langsung menyapanya dan menyalaminya namun Pak Bondan masih belum mengenaliku.Pak Bondan mencoba untuk mengingat-ingat Kembali sambil menuju ke Kantor Pos.

Aku menawarkan diri untuk mengantarkan Pak Bondan ke kantor Pos dan mempersilahkan Untuk naik ke mobil .dan Pak Bondan pun mau untuk diantarkan.

Setelah sesampainya di Kantor Pos banyak sekali lansia yang antri mengambil uang pensiunan.Pak Bondan mengucapkan Terimakasih kepada aku dan dia berharap aku untuk bersilahturahmi ke rumahnya.Dengan menunjukkan alamatnya

Sore yang cerah aku keluar rumah untuk menyusuri jalan-jalan kota Jogja yang selalu berdenyut tiada henti . Melewati jalan kecil menuju rumah Pak Bondan sesuai dengan petunjuk yang dikasih Pak Bondan pada saat Sesampainya Di Kantor Pos.

Setelah sesampainya di rumah Pak Bondan yang kecil dan halaman yang cukup luas dan berbagai tanaman buah-buahan tumbuh di atasnya.ketika mobilku masuk ke halaman nya aku melihat Pak Bondan lagi duduk di ambin bambu di bawah pohon mangga.Beliau nampak terkejut melihat kedatanganku dan tergopoh menyambutku.

Aku diajak Pak Bondan untuk masuk ke rumahnya dan disitulah pak Bondan memberikan sejumlah uang dan menceritakan Hal dulu yg pernah dilakukan Pak Bondan.Dan ternyata Uang tersebut merupakan tabungan anak-anak yang dipakai Pak Bondan dan tidak dikembalikan .

Namun uang tersebut ku berikan kepada Pak Bondan sebagai tanda terimakasih saya kepada Pak Bondan yang telah memberikan cahaya pelita bagi hidup ku.

Enam bulan setelah kejadian itu aku mendengar kabar jika Pak Bondan telah meninggal dunia,aku sangat terkejut dan hanya bisa berdoa semoga tuhan memaafkan ke khilafannya dan mengampuni dosanya.

Selamat jalan Pak Bondan semoga amal ibadah mu diterima di sisinya .

Cerita 2

Tersesat Ke Masa depan

Saat itu ada 5 orang anak yang sedang bermain di lapangan .Mereka adalah Dino,Bobby,Shinta,Nella dan Yoga.Diselah permainan mereka tiba-tiba muncul suara menggelar mengguncang bumi dan muncul pusaran cahaya yg menyedot anak-anak itu.

Setelah sadar mereka ternyata berada di suatu tempat yg dipenuhi peralatan yang sangat asing.Disekitarnya ada beberapa orang aneh yaitu seorang kakek dan tiga orang anak sebaya mereka.Kakek itu bernama kakek Pyo,Anak paling besarnya Xzo,anak gadisnya Xno,Anak paling kecil Pix

Dengan menggunakan Multi detecting kakek itu mengetahui asal mereka yaitu Indonesia generasi milenium ke-2 akhir , sedangkan kakek dan ketiga anak itu hidup pada generasi milenium ke-5 akhir. Dimasa itu tidak ada lagi negara-negara seperti sekarang dan bahasanya berbeda dengan sekarang.

Kakek Pyo menjelaskan Bahwa kebebasan nya dibatasi oleh kebebasan orang lain dan hak nya dibatasi oleh kepentingan orang lain, Sehingga tidak akan ada pemaksaan kehendak dan sikap mau menang sendiri karna akan mengakibatkan kehancuran seperti generasi milenium ke-3.

Polisi menyebabkan kekeringan,tanah gersang,air jernih,dan udara beracun.makluk hidup banyak yang punah kecuali yg dapat beradaptasi.

Cerita 3

Seragam Bau Jengkol

Di kebun belakang rumah Andri ada beberapa pohon jengkol yang besar.namun keluarga Andri tidak suka dengan bau nya yang menyengat dan susah dihilangkan.

Sekarang pohon jengkol itu berbuah lebat dan tidak lama lagi pasti panen jengkol.jengkol dirumah Andri kata orang yang mengerti jengkol rasanya enak tidak getir.

Pada saat pulang sekolah wajah Andri cemberut karna seragamnya tersangkut paku sehingga sobek di bagian punggung sepanjang 15 cm .Andri malu ditertawakan teman-teman nya.

Sebetulnya sudah beberapa kali Andri minta dibelikan seragam pada ibunya.tetapi sampai sekarang masih belum juga terpenuhi

Andri sadar tidak mungkin ia memaksa orang tuanya untuk membelikan seragam . bapaknya hanya pegawai rendahan di kantor kecamatan,untuk keperluan hidup sehari-hari saja pas-pasan.

Selang beberapa waktu pohon jengkol Andri sudah waktunya dipanen.Bapak bekerja dengan semangat memotong tangkai buah jengkol dengan galahnya.Andri mengumpulkan buah jengkol di karung dan bakul.

Andri tidak dapat menolak bapaknya,Andri bekerja dengan susah payah melawan bau jengkol yang dibencinya.beberapa hari mereka bekerja hingga selesai dan hasilnya diambil Pak Daman pedagang sayur dari kota yang biasanya membeli jengkol Andri.

    Setelah panen jengkol beberapa hari kemudian bapak pulang dengan membawa bungkusan besar .Wajah nya berkeringat namun ada senyum mengembang tampak di bibirnya.andri yang sejak pulang sekolah berada di kamar tiba-tiba keluar dan langsung membuka bungkusan dan Andri berteriak kegirangan karena isi bungkusan itu seragam empat stel.

Ibu yang tiba-tiba muncul dari dapur tersenyum melihat ulah Andri.Andri baru sadar karna hal yang dibencinya ternyata bermanfaat baginya.Dipeluknya bapak dan tanpa disadari air matanya meleleh membasahi pipinya.