LDKS 2019 Punya Dua Nama

LDKS tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, kali ini panitia menggunakan dua kepanjangan untuk akronim LDKS yaitu yang pertama seperti biasa Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, dan yang kedua cukup unik yaitu Latihan Dasar Keberadaban Siswa. Hal ini terkait dengan semakin maraknya sikap tak terpuji di kalangan remaja, sehingga dirasa sangat perlu untuk kita berinisiatif meluruskan kembali perilaku mereka lewat kegiatan

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 November 2019 ini diikuti oleh pengurus organisasi induk siswa yaitu OSIS, ditambah oleh peserta pilihan dari PMR, Pramuka, Jurnalistik, serta perwakilan kelas kelas. Walaupun ada beberapa anak yang sempat ingin tidak ikut kegiatan ini, tapi akhirnya mereka ingin ikut dan melaksanakan tugas dengan baik. Sementara Panitia Lapangan LDKS diambil dari kakak senior kelas 9 berjumlah 12 anak

Pada tanggal 16 November, para peserta datang pukul 06.00 WIB. Mereka check in lalu mempersiapkan upacara pembukaan Latihan Dasar Keberadaban Siswa. Setelah selesai upacara pembukaan barulah mereka melaksanakan kegiatan kegiatan yang sudah diatur oleh Panitia. Para peserta terlihat berantusias mengikuti kegiatan demi kegiatan. Untuk sesi pagi hingga sore kegiatan diisi dengan materi kepemimpinan. Setelah itu hingga keesokan hari materi berisi pengetahuan dan penerapan sikap beradab pada kehidupan. Kegiatan LDKS tahun ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan suatu apapun. Selain pemberian materi, para peserta juga sering diberi game oleh kakak panitia supaya mereka tidak stress dan pikiran mereka kembali fresh

Hingga tibalah di penghujung acara yaitu upacara penutupan Latihan Dasar Kepemimpinan/Keberadaban siswa. Upacara tersebut dilaksanakan pukul 11.30 WIB pada tanggal 17 November 2019. Para peserta terlihat senang karena tidak terasa mereka sudah melaksanakan kegiatan demi kegiatan dengan baik hingga mereka pun saling mengabadikan momen mereka. Mereka saling berfoto setelah selesai melaksanakan upacara penutupan. Setelah itu barulah mereka kembali kerumahnya masing masing.

Kegiatan ini bukan sekedar latihan kepemimpinan tapi juga bertujuan ingin mengembalikan budaya bangsa yang sudah hampir punah karena maraknya kenakalan remaja, para remaja sudah mulai hilang perilaku baik nya, adab mereka sudah mulai pudar, sehingga lewat kegiatan ini kita berharap supaya para generasi muda bisa memperbaiki perilaku mereka demi bangsa dan negara serta masa depan mereka.