Juara 1 FLS2N bidang Musabaqoh Tilawatil Qur’an

Pada hari Sabtu, tanggal 6 April 2019 diadakan ajang FLS2N – Festivasl & Lomba Seni Siswa Nasional dalam bidang cabang seni baca al-qur’an/mtq (musabaqoh tilawatil qur’an) Se-kabupaten Nganjuk yang dilaksanakan di Smpn 4 Nganjuk. Tentunya lomba ini sudah tidak asing lagi bukan? Karena telah diadakan disetiap tahunnya untuk memilih para qori’ putra maupun putri yang memiliki telenta bakat terbaik diantara yang baik sehingga mampu membawa nama harum daerahnya ke jenjang tingkat yang lebih tinggi lagi.

Dalam lomba ini setiap sekolah Hanya boleh mengeluarkan paling banyak 2 peserta yaitu 1 PA dan 1 PI. Dan yang lebih mengejutkan lagi diperbolehkan menggunakan Surah bebas yang tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan surah apa yang telah dipelajari. Akan tetapi beda lagi loh teman-teman, jika diprovinsi mtq(musabaqoh tilawatil qur’an) ini aturan mainnya dalam pemilahan surah dilotre, Saat ini ya sobat mungkin yang membuat kalian menjadi deg-degan.

Dari SMPN 1 prambon,peserta qori’ putri diwakili oleh Intan Meylita Permatasari yang merupakan siswi kelas 8-1 disekolahnya. Dimana juga ia adalah salah satu siswi yang mengikuti binaan disekolahnya. Mendengar pembicaraan dari intan, persiapan lomba kali ini sangat dipersiapkan dengan matang, ia berlatih setiap hari disekolahnya hingga rela mengorbankan jam pelajarannya demi berjuang untuk ajang FLS2N ini.

Selain mendapat binaan mengenai Seni baca al-qur’an intan juga sering mendapat wawasan dari salah seorang pembinannya yaitu Usztad Ali Munawir tentang bagaimana hukum bacaan, apa saja yang harus diperhatikan dalam membaca al-qur’an, penilain juri dalam seni baca al-qur’an meliputi apa saja, dan masih banyak lagi.

Dalam menjaga keutuhan dan kehalusan suara intan selalu menjaga pola makannya seperti contoh tidak boleh makan bakso (makanan yang mengandung lemak), minum es, dan makanan lain yang mengandung minyak cukup tinggi.

Dilomba ini intan mendapatkan nomer dada “61” dimana nomer ini tidak tampil diawal dan diakhir karena kurang lebih ada 100 peserta qori’. Nomer dada “61” tampil pada jam 10.30 an dengan durasi waktu membaca kurang lebih 4-5 menit.

Saat lomba belom berakhir intan sudah pulang dan tidak menunggu pengumuman. Kemudian tiba di perjalanan pulang sudah mendekati sekolah, Pembina MTQ SMPN 1 Prambon yaitu Pak Fadlah mendapat sebuah telfon berita gembira dari salah satu panitia FLS2N ini dengan memberitahukan bahwa Intan, peserta dari SMP Negeri 1 Prambon mendapat juara 1 putri dalam lomba seni baca al-quran tingkat SMP se-kabupaten nganjuk.

Akrirnya perjuangangan intan yang rela mengorbankan jam pelajarannya untuk berlatih MTQ berbuah manis juga dan tidak sia-sia. Perasaan bangga dan penuh haru yang didapat dari pengalamam lomba ini. Akan tetapi perjuangan tersebut tidak dengan tangan kosong akan tetapi digantikan dengan diraihnya trophy juara 1 beserta piagam penghargaan. Dan sebagai juara 1 maka rencananya Intan akan maju ditingkat provinsi mewakili qori’ putri sekabupaten Nganjuk.

Semoga penghargaan atas perjuangan tersebut tidak hanya berhenti sampai disini namun nilai-nilai moralnya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pula. Dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah bahwa sesuatu yang kamu dasari dengan niat ikhlas dan semangat akan berbuah manis kelak dibelakang.