Imam Syfi’i

‘’WAHAI ANAKKU SAYFI’I….. SESUNGGUHNYA ENGKAU ANAK YANG PINTAR  TAPI MAAF,IBU TIDAK BISA MEMBIAYAIMU UNTUK BERSEKOLAH MENUNTUT ILMU …’’ BILANG IBU.  “IBU, AKU … ALLAH PASTI AKAN MEMBERI KEMUDAHAN” JAWAB ANAKNYA. “IYA… INSYAALLAH PENDIDIKANMU AKAN DIMUDAHKAN, DIKOTA MEKKAH, SEORANG PEMUDA BERNAMA SYAFI’I, SAAT USIANYA 9 TAHUN, IA SUDAH MENGHAFAL AL-QUR’AN,BAKATNYA YANG MENAKJUBKAN INI BANYAK DILIRIK ULAMA SAAT ITU, STUDINYA BERLANJUT KE PEDALAMAN ILMU AL-QUR’AN YANG DIBIMBING LEH IMAN ISMAIL AL-KUNSTANTANI KEMUDIAN BERLANJUT KE PEDALAMAN ILMU HADIS YANG DIBIMBING OLEH SUFYAN BIN ‘UYAINAH DAN PENDALAMAN ILMU FIKIH YANG DIBIMBING OLEH IMAM MUSLIM AZ-ZANJI’’.

“JAUH DI TIMUR, TANAH SUCI MEKKAH, TAHUN 150 HIJRIAH, SETELAH WAFATNYA RASULULLAH SAW DAN ERA TABI’IN, TABI’UT-TABI’IN PUN BERLALU. TERDAPAT SESEORANG ULAMA BESAR NAMANYA ADALAH MUHAMMAD BIN IDRIS  BIN ABBAS BIN UTSMAN BIN SYAFI’I BIN SA’IB BIN UBAID BIN ABDUL YAZID BIN HASYIM MUTHALIB BIN ABDUL MANAF BIN QUSHAY AL-QURAISY. DUNIA LEBIH MENGENALNYA DENGAN NAMA …IMAM SYAFI’I”.

“KITA SUDAH SAMPAI DI MEKKAH, WAHAI IMAM SYAFI’I”. “ TERIMA KASIH SUDAH MENJADI PEMANDU JALAN KAMI SEKELUARGA ,WAHAI SAUDARAKU”. “SUATU KEHORMATAN BISA MEMBANTU MUSLIM SEMULIA ANDA TUAN”. “IBUMU MENINGGAL DUNIA DALAM KEADDAN KHUSNUL KHATIMAH, SEMOGA IA DITEMPATKAN DI KALANGAN ORANG-ORANG BAIK”, “APAKAH IBUKU MENINGGALKAN UTANG-PIUTANG? JIKA ADA MAKA KUBAYAR.” “IBU SEORANG WANITA SHALEHAH, IA TIDAK BERUTANG KEPADA SIAPAPUN”. “APAKAH IBUKU MENINGGALKAN SURAT WASIAT?”, “IBUMU MENINGGALKAN SEPUCUK SURAT WASIAT,SAYA YANG MENYIMPAN SURAT ITU”. “IBUKU BERWASIAT AGAR AKU MENYEDEKAHKAN SEMUA HARTA YANG KUBAWA SAAT AKU KEMBALI KE MEKKAH, MAKA SEMUA HARTA YANG KUBAWA AKAN KUBAGI UNTUK FAKIR MISKIN DI MEKKAH INI”. “ SETELAH MENSEDEKAHKAN HARTANYA, KEMUDIAN IMAM SYAFI MENJADI PENGAJAR MAJELIS ILMU DI MEKKAH”. “SATELAH BEBERAPA TAHUN DI MEKKAH, IMAM SYAFI DIUNDANG KE BAGHDAP OLEH KHALIFAH AL MAKMUN,BELIAU ADALAH KHALIFAH PENGGANTI HARUN AL RASYID SETELAH IA WAFAT.SEJAK SAAT ITULAH DIMULAI PERJUANGAN YANG LEBIH BERAT,DALAM MENERAPKAN KEBENARAN AL QURAN DAN HADIS”.

“ALHAMDULLILLAH….SUDAH LAMA AKU TIDAK MELIHAT RAMAINYA KOTA BAGHDAP. ZUBAIR….APAKAH ENGKAU SUDAH MENDENGAR KABAR GEMBIRA INI?, IMAM SYAFI’I MURID IMAM MALIK SUDAH TIBA DIKOTA! ALHAMDULLILLAH…… MARI KITA BERI TAHU SEMUA SAHABAT SEPERGURUAN! “WAHAI IMAM SYAFI’I KENAPA ENGKAU TADI SHALAT TANPA TAKBIRATUL IKHRAM? “AKU MELAKUKANNYA SEBAGAI TANDA PENGHORMATAN TERHADAP ILMU IMAM ABU HANIFAL”.

“WAHAI TUANKU, IMAM SYAFI’I SUDAH MEMECAH BELAH PENDUDUK BAGHDAP, PENDAPATNYA MEMBUAT MASYARAKAT TERPECAH BELAH,TUANKU KAU HARUS SEGERA BERTINDAK.MENURUTMU APA YANG HARUS KULAKUKAN?, SAYA SARANKAN BAGINDA BERIKAN PERINGTAN”. “SETELAH MENINGGALKAN BAGHDAP, LALU IMAM SYAFI’I PERGI KE MESIR, KARENA DI PANGGIL OLEH GUBERNUR”.

“SELAMAT DATANG DI MESIR,RAKYAT MESIR SANGAT MEMERLUKAN BIMBINGAN ULAMA BESAR SEPERTI TUAN, KARNA ITU GUBERNUR MENGUNDANGMU KESINI!, DISEBUAH KAMAR KECIL DI DALAM MASJID IA MULAI TINGGAL, IA MENGAJAR DAN BELAJAR TANPA HENTI, PENGIKUTNYA DARI KEDUA MAZHAB SEMAKIN BANYAK”.

“PADA TAHUN 100 HIJRIAH PADA SEORANG GURU AGAMA DI BAGHDAP BERNAMA HASAN BASHRI.IA MEMPUNYAI MURID BERNAMA WASIL BIN ATHA”.

“SUATU HARI IMAM SYAFI’I SAKIT PENGGANTINYA ADALAH FITYAN SEORANG PETINGGI MU’TAZILAH APA YANG BARU SAJA KAU KATAKAN WAHAI FITYAN,DIA PUN TIDAK MENGAJAR KALA HARI ITU”.

“SETELAH IMAM SYAFI’I DICOBA UNTUK DIBUNUH OLEH KAUM MU’TAZILAH, TIBA-TIBA MUNCUL BERITA HILANGNYA IMAM SYAFI’I, TERNYATA AR-RABI YANG MENYEMBUNYIKANNYA DAN MENCERITAKAN KENAPA IA MENYEMBUNYIKANNYA”,SEJAK KEJADIAN ITU FITYAN SANGAT MEMBENCI IMAM SYAFI’I DAN SELALU BERENCANA UNTUK MENCOBA MEMBUNUH IMAM SYAFI’I”.

“IMAM SYAFI’I DIANUGRAHI KEHEBATAN YANG LUAR BIASA DALAM KESIBUKANNYA MENGAJAR ILMU,IA MASIH SEMPAT MENULIS 142 KITAB.KARENA PERDEBATAN TENTANG MENGGANTINYA FATWA FATWA DAN QADIM-QAUL,DAN AKHIRNYA IMAM SYAFI’I YANG AKAN MENYIMPANG AJARAN IMAM MALIK, IMAM MALIK SUNGGUH MERASA KESAL DAN MENYURUH IMAM SYAFI MENINGGALKAN MAJELIS ITU, PERCEKCOKAN HARI ITU BERAKHIR, NAMUN FITYAN TIDAK MENYERAH, HATINYA SELALU TIDAK PUAS DAN DENDAM DENGAN IMAM SYAFI’I.”

“DI TENGAH PERJALANAN SEKELOMPOK ORANG MENYERANG IMAM SYAFI’I ATAS DASAR DENDAM. DENGAN LIKA TERAMAT PARAH DAN TUBUH TUA RENTA IMAM SYAFI’ITIDAK DAPAT DISEMBUHKAN.KEMUDIAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN DI TENGAH SALAT ISYA IMAM SYAFI’I MENINGGAL DUNIA DALAM KEADAAN KHUSNUL KHATIMAH. DUNIA PUN KEHILANGAN SATU CAHAYA LAGI YANG MENERANGINYA.”