IMAM SYAFI’I

Syafi’i adalah seorang anak yang sangat pandai. Tetapi ia dari kecil tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Karena ibunya yang tidak bisa membiayai Syafi’i sekolah. Setelah berusia 9thn Syafi’i belajar menghafalkan Al-Qur’an. Beberapa saat kemudian Syafi’i sudah berhasil menghafalkan Al-Qur’an tersebut, dan ia berlanjut mendalami ilmu hadits. Ia mendalami ilmu hadits dibimbing oleh Suryan bin Uyainah. Setelah ia berhasil mendalami ilmu hadits tersebut Syafi’i pun berlanjut mendalami ilmu fikih yang dibimbing oleh Imam Muslim Az-zanji. Beberapa saat kemudian Syafi’i berhasil mendalami ilmu-ilmu agama tersebut dengan cepat karena kepandaiannya itu. Syafi’i pun berhasil mendapatkan pendidikan gratis dari ulama-ulama karena mereka kagum dengan kepandaiannya.

     Saat Syafi’i sudah remaja ia melanjutkan studi dan menamatkan kitab Al- muwaththa karangan Imam Malik. Imam Malik mulai tertarik dengan kemampuannya, Ia pun mulai mengenalkan Syafi’i ke penjuru negeri yaitu Kota Yaman, Irag, dan Bagdad. Semakin bertambahnya usia banyak yang menjadi pengikut ajarannya di majelis ilmu. Imam Syafi’i difitnah berat oleh beberapa ulama yang tidak suka dengan dirinya. Sampai Imam Syafi’i masuk kedalam jeruji besi (penjara) pada masa Khalifah Harun. Atas pertolongan Allah SWT ia berhasil menang dari musuhnya dan ajarannya kembali lagi terkenal dimasa itu.