Heboh Covid-19

   Sejak Desember 2019, dunia telah dihebohkan oleh penemuan virus baru di China. Virus tersebut dikenal dengan nama virus corona. Dengan cepat virus ini menginfeksi banyak orang dan menyebabkan kematian di China. Banyak pula yang hanya terinfeksi dan kemudian sembuh. Tetapi virus ini seperti berpindah tempat, mewabahi dari satu negara ke negara yang lain.

         Hingga akhirnya wabah ini tiba di Indonesia pada awal Maret 2020. Meski tampak lambat penyebarannya, tetapi hal ini menimbulkan kecemasan di seluruh Indonesia. Pengalaman yang diperoleh dari mengikuti berita, telah membuat kelangkaan masker dan hand sanitizer.

         Begitu pula dengan sekolahku. Sekolahku mulai 16 Maret 2020 melakukan aktivitas belajar di rumah. Keputusan ini diambil oleh pihak komite sekolah. Berbeda dengan sekolah sepupuku yang tetap masuk pada tanggal 23 Maret 2020, padahal kami di yayasan yang sama.

         Minggu pertama belajar di rumah sangat menyenangkan. Jadwal pelajaran daring diberikan seperti jadwal pelajaran di sekolah. Kami juga diminta untuk mengirimkan tugas dan absensi daring. Selain itu, aku bisa belajar dan bermain bersama adik-adikku di rumah. Yang paling aku sukai adalah aku dapat belajar sambil memakan cemilan yang disediakan oleh ibu.

         Minggu ini adalah minggu ketiga aku belajar di rumah. Teman-temanku mulai malas mengumpulkan tugas, karena hampir setiap pelajaran kami diberi tugas. Aku pun juga merasakan yang sama. Tidak bisa bertemu dan becanda dengan teman-teman, membuat belajar di rumah terasa membosankan.

         Aku sungguh berharap permasalahan COVID-19 ini dapat segera menemukan titik akhir. Aku sedih ketika melihat berita di televisi banyak orang yang terinfeksi, bahkan meninggal. Aku sedih mendengar ibu cerita bahwa harga kebutuhan sehari-hari naik dan langka. Aku sedih mendengar temanku yang ayahnya penjual mi ayam, sepi dagangannya hingga mereka makan mi ayam setiap hari agar tidak basi. Tetapi, aku hanya bisa berharap dan berdoa, semoga cobaan ini segera berlalu.

kelas 87 – Jelita Ayu V.