CERITA KARANTINA DI KOTA WUHAN/CHINA YANG MENJADI SUMBER PENYEBARAN VIRUS CORONA/COVID 19

Di kota wuhan,china tempat pertama di temukan virus  corona/covid 19,para warga diimbau untuk tidak keluar rumah demi menekan penyebaran covid 19,kota yang menjadi tempat tinggal bagi 11 juta orang itu di tutup “lockdwon”di tengah wabah penyakit pernapasan yang di akibatkan oleh virus corona.tetapi dalam masa isolasi ini warga wuhan/china bertekad untuk membangkitkan semangat satu sama lain.para tetangga saling memberi dukungan “kita tidak tahu sampai kapan covid 19 ini berakhir”.sebuah vidio yang di unggah di media sosial dan menjadi viral menunjukkan orang-orang yang meneriakkan seruan “wuhan jiayou” yang artinya tetap semangat wuhan.warga negara indonesia di wuhan yang di wawancarai BBC News indonesia juga menceritakan semangat yang sama.yuli yang saat ini di wawancarai BBC News indonesia,sedang bersama dengan temannya sesama pelajar asal indonesia, Eva Talibe,36.yang juga sedang menimba ilmu di universitas yang sama.”kita nggak tahu sampai kapan virus mematikan ini hilang,tapi kita harus semangat dan saling mendukung satu sama lain,” ujar Eva, yang sedang menjalani pendidikan doktoral psikologi.wabah mematikan itu terjadi saat china merayakan salah satu tanggal terpenting dalam kalendernya,yaitu Tahun Baru Imlek.akibat lockdwon, tranportasi umum tidak berjalan di kota wuhan/china.Eva yang tinggal di apartemen berjarak sekitar 2 kilometer dari asrama kampus dimana Eva menetap,ia memilih untuk jalan kaki karena tranportasi umum tidak berjalan dengan baik. Yuli menjelaskan bahwa memang biasanya toko – toko rame  saat liburan imlek.hanya kali tambahnya, kebanyakan toko tampaknya belum mulai beroperasi seperti saat perayaan -perayaan sebelumnya,dan jalanan pun sepi akibat wabah corona. ” ada aktivitas di luar,tetapi tidak sepadat seperti biasanya kan kalau udah hari ke berapa imlek ini sudah mulai rame nih.tapi karena virus ini,ipemedik ini, jadinya memang lebih hati-hati dan memilih untuk tinggal di dalam rumah,ujar Yuli yang di wawancarai oleh BBC News imdonesia.lebih dari 100 orang kebanyakan di wuhan yang telah meninggal dunia karena wabah yang telah menyebar di seluruh  negara itu.

KELAS VIII 3