Bumi yang berduka

Namaku bumi. Di tubuhku, hidup berbagai macam makhluk hidup. Aneka binatang, macam-macam tumbuhan dan manusia hidup di tubuhku.Mereka hidup dengan harmonis dan gembira. Tapi sekarang aku lagi bersedih melihat manusia yang sedang menderita.Penderitaan itu bermula dari sebuah kota kecil di Cina, Wuhan namanya. Dari sana muncul virus yang mematikan, bernama Corona.Virus itu tidak kelihatan, tapi bisa menular dengan cepat dari manusia ke manusia lain. Sejak itu, saya bersedih karena melihat manusia cemas dan takut keluar rumah.Tapi kini aku sedikit bisa tersenyum. Manusia kini saling bergotong royong, saling membantu untuk mencegah penularan virus Corona.Para dokter juga telah menemukan cara untuk mengatasi penyebaran virus ini. Caranya cukup mudah agar manusia tidak tertular virus ini.”Pertama, jaga jarak antara satu dengan yang lain. Kedua, rajin-rajinlah cuci tangan menggunakan sabun. Boleh juga menggunakan hand sanitizer selama 20 detik. Ketiga, hindari pertemuan massal. Keempat, lebih baik di rumah saja,” ujar dokter menganjurkan. Lambat laun, manusia mulai sadar untuk menjaga kebersihan. Kebersihan diri dan lingkungan. Aku pun ikut tersenyum bahagia karena manusia tidak lagi takut dan bersedih.

“Selalu jaga jarak, rajin cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan selalu menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus covid -19.”

Nama: Revandi prima A.R

Kelas : IX-3